PACITAN -
Kementerian Lingkungan Hidup meresmikan Bank Sampah Pace Sewu yang berlokasi di
Jalan Veteran 70 Pacitan dan melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren sebagai
bagian eco Pesantren di Pondok Pesantren Tremas. Kedua kegiatan itu merupakan
bagian dari Kunjungan Kerja Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Ir.
Gusti Muhammad Hatta, MS di Kabupaten Pacitan.
Bank Sampah merupakan salah satu strategi penerapan pemilahan dalam pengelolaan
sampah di tingkat masyarakat dengan pola insentif. Pelaksanaan Bank Sampah
adalah satu rekayasa sosial (social engineering) untuk mengajak masyarakat
memilah sampah. Melalui bank sampah, akhirnya ditemukan satu solusi inovatif
untuk memaksa masyarakat memilah sampah.
Dalam program Bank Sampah, masyarakat diajak untuk berpikir bahwa sampah tak
ubahnya seperti benda yang memunyai nilai ekonomis dan dapat ditabung.
Sehingga, masyarakat, terutama anak-anak akhirnya terdidik untuk menghargai
sampah sesuai jenis dan nilainya.
Upaya ini juga bagian salah satu cara untuk memenuhi target pengurangan sampah
nasional melalui daur ulang dan pemanfaatan sampah sebesar 7 persen per tahun
dapat tercapai. “Sebagai langkah nyata membangun gerakan 3R dalam pengelolaan Sampah,
maka Peresmian Bank Sampah di Pacitan tahun 2011 ini harus menjadi momentum
awal membina kesadaran kolektif kita untukmemulai memilah sampah, kapanpun dan
di manapun agar pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya
baru Indonesia,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Gusti Muhammad
Hatta MS saat memberikan sambutan peresmian Bank Sampah Pace Sewu di Pacitan.
Sementara itu, upaya pengelolaan dan perlindungan lingkungan juga melibatkan
peran serta masyarakat di berbagai lapisan. Pesantren sebagai salah basis
pendidikan agama Islam yang merupakan agama yang dianut secara mayoritas oleh
masyarakat di Indonesia, diperkirakan jumlahnya sebanyak 17.000 dengan santri
sebanyak 4.000.000.
Berkenaan kondisi keberadaan pesantren baik kualitas dan kuantitasnya sangat
beragam, ada yang masih tradisional dan ada yang sudah maju. Demikian juga
dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada. Atas dasar tersebut di atas
sejak tahun 2008 Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan Program Eco
Pesantren.
Harapannya, potensi pesantren yang sangat besar tersebut dapat ikut berperan
aktif dalam pelestarian fungsi lingkungan, pecegahan pencemaran, dan
perusakanlingkungan. Bukan hanya di lingkungan pesantren tetapi di masyarakat
secara umum.
”Besar harapan saya melalui silaturahmi hari ini akan tumbuh pesan tren peduli
dan berbudaya lingkungan, peran aktif dari warga pesantren dalam kelestarian
fungsi lingkungan dan ikut mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan,”
demikian Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. DR. Ir. Gusti Muhammad Hatta,
MS mengatakan dalam sambutannya di dalam acara silaturahmi pondok pesantren
yang berlangsung di Pondok Pesantren Tremas, Kabupaten Pacitan. Hadir dalam
acara ini Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA selaku Ketua Dewan Pembina Konsorsium
Pesantren Indonesia (KPI).

No comments:
Post a Comment